Rabu, 02 April 2014

Teori Humor

   Apakah anda pernah tertawa terbahak-bahak ? Pasti kebanyakan orang menjawab "ya". Terus, apa yang menyebabkan anda tertawa terbahak-bahak ? Disini kita akan membahasnya.

   Kebanyakan orang tertawa terbahak bahak apabila dia melihat tingkah konyol yang dilakukan orang lain. Orang yang memiliki bakat humoris biasanya orang yang dapat dengan mudah membuat orang lain tertawa.
    
   Banyak sekali studi tentang humor ini (Lihat: Internet Encyclopedia of Philosophy dan Wikipedia), humor merupakan understudied dalam disiplin filsafat. Pada perkembangannya studinya, humor juga tidak lepas dari berbagai teori-teori yang berusaha untuk menjelaskan mengapa humor terjadi atau apa sebenarnya humor itu? Ada banyak sekali tentang teori humor, namun dalam garis besarnya, berbagai teori tentang humor dapat dikelompokkan dalam 3 (tiga) ragam, yaitu:

   Pertama. Teori Keunggulan (Superiority Theory), teori ini menekankan inti bahwa humor adalah rasa lebih baik, rasa lebih tinggi atau lebih sempurna pada diri seseorang dalam menghadapi suatu keadaan yang mengandung kekurangan/ kelemahan. Dalam teori ini, seseorang akan tertawa jika mendadak jika memperoleh perasaan unggul karena dihadapkan pada pihak lain yang melakukan kekeliruan atau mengalami hal yang tidak menguntungkan. Teori ini dapat dipakai untuk menerangkan mengapa para penonton tertawa terbahak-bahak jika melihat badut sirkus yang membentur tiang, jatuh tersandung, melakukan aneka kekeliruan atau yang prilakunya menunjukkan ketololan!

   Kedua. Teori Ketaksesuaian/ Ketidaksesuaian (incongruity theory), Menurut teori ini humor timbul karena perubahan yang sekonyong-konyong atau tiba-tiba dari situasi yang sangat diharapkan menjadi suatu hal yang sama sekali tidak diduga pada tempatnya. Tertawa terjadi karena harapan yang dikacaukan (Frustrated Expectation) sehingga seseorang dari suatu sikap mental dilontarkan kedalam suatu sikap mental yang sama sekali berlainan.

   Ketiga. Teori Pembebasan (Relief Theory). Teori ini menyebutkan bahwa inti dari humor adalah pembebasan atau pelepasan dari kekurangan yang terdapat pada diri seseorang. Karena berbagai pembatasan dan larangan yang ditentukan oleh masyarakat. Dorongan-dorongan batin alamiah dalam diri seseorang mendapat kekurangan atau tekanan. Bilamana kekurangan/ tekanan itu dapat dilepaskan oleh misalnya dengan (maaf) lelucon sex, sindiran jenaka, atau ucapan nonsense (omong kosong), maka meledaklah perasaan seseorang dalam bentuk tertawa..
Sumber : http://kodzan.blogspot.com
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar