Jumat, 28 Maret 2014

Negosiasi

  Oke... Kali ini saya akan membahas tentang NEGOSIASI. Apakah kalian tahu apa itu negosiasi ? menurut Wikipedia bahasa indonesia, Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Orang yang melakukan negosiasi disebut Negosiator. Berikut merupakan contoh kasus yang harus diselesaikan melalui NEGOSIASI. :


  1. Kasus Pulau Sipadan-Ligitan
          Ini merupakan kasus yang melibatkan 2 negara ASEAN. yaitu Indonesia dan Malaysia. Kedua pulau ini berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, tepatnya di Selat Makassar. Di kasus ini dilakukan negosiasi. Pada tahun 2002, Mahkamah Internasional menetapkan bahwa Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi bagian dari Negara Malaysia.


     2.  Kasus Satinah

          Kasus ini merupakan salah satu kasus TKI yang terancam hukuman mati. Pihak Indonesia sudah mengirimkan beberapa negosiator untuk membebaskan Satinah dari ancaman hukuman mati. Satinah terancam hukuman mati karena ia terbukti telah membunuh majikannya. Sampai sekarang, kasus ini belum dinyatakan selesai


  Masih Banyak lagi kasus yang harus diselesaikan melalui negosiasi. Sekarang saya akan membagikan keterampilan yang harus dimiliki oleh negosiator
  1. Tetap Sabar
  2. Selalu Konsentrasi
  3. Lihai dalam Berkomunikasi
  4. Selalu bersikap jujur
  Terima kasih atas perhatiannya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Ditunggu kritik dan sarannya.


Referensi : Wikipedia Indonesia
    

Kamis, 27 Maret 2014

Bagian Otak Manusia yang "Bertugas" Membuat Dusta


Selama ini, para ilmuwan tidak mengetahui di bagian otak mana pada manusia yang paling bertanggung jawab terhadap sebuah dusta atau kebohongan. Orang hanya tahu kalau dusta itu muncul dari sebuah ucapan, tapi tidak mengetahui kalau itu ada hubungannya dengan bagian tertentu dalam otak.
Setelah melakukan penelitian, akhirnya para ilmuwan menemukan sebuah kesimpulan. Bahwa, otak bagian depan yang terletak pada ubun-ubun itulah yang paling bertanggung jawab terhadap terjadinya DUSTA.
Kesimpulan ini, sebenarnya tergolong sangat telat jika dibandingkan dengan apa yang sudah diisyaratkan oleh Allah swt. dalam firman-Nya dalam Alquran. Bagian otak tersebut disebut Alquran dengan nama ‘nashiyah’atau ubun-ubun.
Yang mengagumkan adalah bahwa Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl:
Allah swt. berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 15 dan 16.
“Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Al-Quran memberikan sifat “naashiyatin kaadzibah” (mendustakan lagi durhaka). Kenyataan seperti inilah yang ditemukan para ilmuwan pada masa sekarang ini dengan menggunakan pemindaian resonansi magnetik.
Maha Suci Allah Yang telah menyatakan fakta ini yang menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang baru ditemukan pada masa sekarang ini.

Dari: Fakta Terselubung, dengan modifikasi.